بسم الله الر حمن الر حيم

3. Kaum ‘Ad

          Kaum ‘Ad adalah kaumnya nabi Huud as. Banyak hal yang diperbuat oleh kaum ‘Ad diantarnya adalah membangun bangunan di tempat yang tinggi, membangun benteng-benteng yang kokoh, menyiksa orang-orang dengan bengis dan kejam. Padahal Allah sudah memberikan kenikmatan yang tiada tara: binatang-binatang ternak yang sehat, anak-anak yang sehat pula, kebun-kebun dan mata air yang menyegarkan. Mereka menduharkai Allah dan utusannya. Kaum ‘Ad tidak berbeda dengan kaum-kaum yang diazab oleh Allah swt. Kebanyakan dari mereka adalah berlaku sombong/menyombongkan diri di muka bumi dengan mengatakan bahwa mereka-lah yang paling kuat, seperti yang ditulis dalam al-Qur’an surat Fushshilat ayat 15 (yang artinya):

Adapun kaum ‘Aad maka mereka menyombongkan diri di muka bumi tanpa alasan yang benar dan berkata: “Siapakah yang lebih besar kekuatannya dari kami?” Dan apakah mereka itu tidak memperhatikan bahwa Allah Yang menciptakan mereka adalah lebih besar kekuatan-Nya daripada mereka? Dan adalah mereka mengingkari tanda-tanda (kekuatan) Kami.

 

          Maka seperti utusan Allah yang lain, nabi Huud as memberikan peringatan dan ajakan untuk meninggalkan perbuatan buruk yang telah mereka kerjakan dengan bertaubat kepada Allah. Nabi Huud as mengatakan:

Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum ‘Aad saudara mereka, Hud. Ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain dari-Nya. Maka mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?”

 

          Namun para pemuka kaum ‘Ad yang kafir mengatakan bahwa Nabi Huud adalah orang yang gila, seperti yang diabadikan Allah dalam al-Qur’an surat Al A’raaf ayat 66 yang artinya:

Pemuka-pemuka yang kafir dari kaumnya berkata: “Sesungguhnya kami benar benar memandang kamu dalam keadaan kurang akal dan sesungguhnya kami menganggap kamu termasuk orang orang yang berdusta”. (Al A’raaf: 66)

 

Namun Nabi Huud terus mendakwahi mereka dengan mengatakan:

Hud herkata “Hai kaumku, tidak ada padaku kekurangan akal sedikitpun, tetapi aku ini adalah utusan dari Tuhan semesta alam. (Al A’raaf: 67)

Aku menyampaikan amanat-amanat Tuhanku kepadamu dan aku hanyalah pemberi nasehat yang terpercaya bagimu”. (Al A’raaf: 68)

Apakah kamu (tidak percaya) dan heran bahwa datang kepadamu peringatan dari Tuhanmu yang dibawa oleh seorang laki-laki di antaramu untuk memberi peringatan kepadamu? Dan ingatlah oleh kamu sekalian di waktu Allah menjadikan kamu sebagai pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah lenyapnya kaum Nuh, dan Tuhan telah melebihkan kekuatan tubuh dan perawakanmu (daripada kaum Nuh itu). Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. (Al A’raaf: 68)

 

          Kaumya malah menantang dengan mengatakan (mereka mengira bahwa mereka tidak akan diazab):

Mereka berkata: “Apakah kamu datang kepada kami, agar kami hanya menyembah Allah saja dan meninggalkan apa yang biasa disembah oleh bapak-bapak kami? maka datangkanlah azab yang kamu ancamkan kepada kami jika kamu termasuk orang-orang yang benar”. (Al A’raaf: 70)

Dan kami sekali-kali tidak akan di “azab”. (Asy Syu’araa’: 138)

Mereka menjawab: “Apakah kamu datang kepada kami untuk memalingkan kami dari (menyembah) tuhan-tuhan kami? Maka datangkanlah kepada kami azab yang telah kamu ancamkan kepada kami jika kamu termasuk orang-orang yang benar”. (Al Ahqaaf: 22)

 

Dan Nabi Huud menjawab tantangan tersebut dengan mengatakan:

Ia berkata: “Sungguh sudah pasti kamu akan ditimpa azab dan kemarahan dari Tuhanmu.” Apakah kamu sekalian hendak berbantah dengan aku tentang nama-nama (berhala) yang kamu beserta nenek moyangmu menamakannya, padahal Allah sekali-kali tidak menurunkan hujjah untuk itu? Maka tunggulah (azab itu), sesungguhnya aku juga termasuk orang yamg menunggu bersama kamu”. (Al A’raaf: 71)

Ia berkata: “Sesungguhnya pengetahuan (tentang itu) hanya pada sisi Allah dan aku (hanya) menyampaikan kepadamu apa yang aku diutus dengan membawanya tetapi aku lihat kamu adalah kaum yang bodoh”. (Al Ahqaaf: 23)

          Maka datanglah azab dari Allah, mereka dimusnahkan oleh Allah:

Maka dimusnahkanlah mereka oleh suara yang mengguntur (dari petir) dengan hak dan Kami jadikan mereka (sebagai) sampah banjir maka kebinasaanlah bagi orang-orang yang zalim itu. (Al Mu’minuun:41)

Maka tatkala mereka melihat azab itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka, berkatalah mereka: “Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kami.” (Bukan!) bahkan itulah azab yang kamu minta supaya datang dengan segera (yaitu) angin yang mengandung azab yang pedih, (Al Ahqaaf: 24)

Yang menghancurkan segala sesuatu dengan perintah Tuhannya, maka jadilah mereka tidak ada yang kelihatan lagi kecuali (bekas-bekas) tempat tinggal mereka. Demikianlah Kami memberi balasan kepada kaum yang berdosa. (Al Ahqaaf: 24)

 

          Demikianlah kisah kaum ‘Ad, kaum penyembah berhala, semoga kita dapat mengambil pelajaran dari kaum ‘Ad dan semoga kita terhindar dari yagn demikian dan tidak termasuk golongannya, amin.

Bersambung ke Bagian 4: Penduduk Madyan…

          Alhamdulillah, semoga bermanfaat,,,

About ifqo

Kepingin melawan arus, agar tidak tenggelam,,,

Tinggalkan Komentar/Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s