بسم الله الر حمن الر حيم

2. KARAKTERISTIK MATEMATIKA

          Matematika dikenal sebagai ilmu dedukatif, karena setiap metode yang digunakan dalam mencari kebenaran adalah dengan menggunakan metode deduktif, sedang dalam ilmu alam menggunakan metode induktif atau eksprimen. Namun dalam matematika mencari kebenaran itu bisa dimulai dengan cara deduktif, tapi seterusnya yang benar untuk semua keadaan harus bisa dibuktikan secara deduktif, karena dalam matematika sifat, teori/dalil belum dapat diterima kebenarannya sebelum dapat dibuktikan secara deduktif. Dalam matematika objek dasar yang dipelajari adalah abtrak, sehingg disebut objek mental, objek itu merupakan objek pikiran.

          Skemp (1971:36) dalam dalam Syarif, 2009 menyatakan bahwa dalam belajar matematika meskipun kita telah membuat semua konsep itu menjadi baru dalam pikiran kita sendiri, kita hanya bisa melakukan semua ini dengan menggunakan konsep yang kita capai sebelumnya. Berdasarkan hal tersebut dalam matematika terdapat topik atau konsep prasyarat sebagai dasar untuk memahami topik atau konsep selanjutnya. Dengan demikian dalam mempelajari matematika, konsep sebelumnya harus benar-benar dikuasai agar dapat memahami konsep-konsep selanjutnya. Hal ini tentu saja membawa akibat kepada bagaimana terjadinya proses belajar mengajar atau pembelajaran matematika. Oleh karena itu dalam pembelajaran matematika tidak dapat dilakukan secara melompat-lompat tetapi harus tahap demi tahap, dimulai dengan pemahaman ide dan konsep yang sederhana sampai kejenjang yang lebih kompleks. Seseorang tidak mungkin mempelajari konsep lebih tinggi sebelum ia menguasai atau memahami konsep yang lebih rendah.

          Berdasarkan hal tersebut mengakibatkan pembelajaran berkembang dari yang mudah ke yang sukar, sehingga dalam memberikan contoh guru juga harus memperhatikan tentang tingkat kesukaran dari materi yang disampaikan, dengan demikian dalam pembelajaran matematika contoh-contoh yang diberikan harus bervariasi dan tidak cukup hanya satu contoh.
Disamping itu pembelajaran matematika hendaknya bermakna, yaitu pembelajaran yang mengutamakan pengertian atau pemahaman konsep dan penerapannya dalam kehidupan.

3. PEMBELAJARAN MATEMATIKA

          Pembelajaran matematika SD saat ini masih didominasi dengan pendekatan abstrak dan metode ceramah serta pemberian tugas. Masih jarang yang menggunakan pendekatan nyata yang membuat siswa aktif menggunakan alat peraga. Pembelajaran matematika hendaknya menganut kebenaran konsistensi yang didasarkan kepada kebenaran-kebnaran terdahulu yang telah diterima, atau setiap struktur dalam matematika tidak boleh terdapat kontradiksi. Matematika sebagai ilmu yang deduktif aksiomatis, dimana dalil-dalil atau prinsip-prinsip harus dibuktikan secara deduktif. Tetapi mengingat kemampuan berpikir siswa SD, penerapan pola deduktif tidak dilakukan secara ketat. Hal itu sesuai dengan yang dikemukakan oleh Soedjadi (1995:1) dalam Syarif, 2009 bahwa struktur sajian matematika tidak harus menggunakan pola pikir deduktif semata, tetapi dapat juga digunakan pola pikir induktif.

          Karso, 2006, h. 1.42-1.43 mengemukakan dalam hal mengajar matematika guru harus menguasai matematika yang akan diajarkannya. Namun penguasaan terhadap bahan saja tidaklah cukup. Anak didik harus berpartisipasi secara aktif dengan kemampuan yang relatif berbeda-beda. Guru matematika hendaknya berpedoman kepada bagaimana mengajarkan matematika sesuai dengan kemampuan berpikir siswanya. Belajar dan mengajar dapat dipadang sebagai suatu proses yang komprehensive, yang harus diaarahkan untuk kepentingan anak didik.

4. TUJUAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA

          Pembelajaran merupakan perpaduan dari dua aktivitas mengajar dan aktivitas belajar. Aktivitas mengajar menyangkut peranan guru dalam konteks mengupayakan terciptanya jalinan komunikasi harmonis antara belajar dan mengajar. Jalinan komunikasi ini menjadi indikator suatu aktivitas atau proses guruan yang berlangsung dengan baik. Dengan demikian tujuan pembelajaran adalah tujuan dari suatu proses interaksi antara guru dan siswa dalam kegiatan belajar mengajar dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. (Hadi Muttaqin Hasyim, 2009)

          Matematika sebagai salah satu ilmu dasar, dewasa ini telah berkembang pesat baik meteri maupun kegunaannya. Mata pelajaran matematika berfungsi mengembangkan kemampuan komunikasi dengan menggambarkan bilangan-bilangan dan simbol-simbol serta ketajaman penalaran yang dapat memberi kejelasan dan menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Adapun tujuan dari pembelajaran matematika adalah:

          1. Mempersiapkan siswa agar sanggup menghadapi perubahan keadaan dan pola pikir dalam kehidupan dan dunia selalu berkembang.

          2. Mempersipakn siswa meggunakan matematika dan pola pikir matematika dalam kehidupan sehari dan dalam mepelajari berbagai ilmu pengetahuan.

          Kemampuan ini membutuhkan pemikiran yang kritis, sistematis, logis, kratif dan kemamuan bekerja sama yang efektif. Dengan demikian, maka seorang guru harus terus mengikuti perkembangan matematika dan selalu berusaha ahar kreatif dalam pembelajaran yang dilakukan sehingga dapat membawa siswa ke arah yang diinginkan.

          Berdasrkan penjelasan tujuan pembelajaran di atas dapat dimengerti bahwa matematika itu bukan saja dituntut sekedar menghitung, tetapi siswa juga dituntut agar lebih mampu menghadapi berbagai masalah dalam hidup ini. Masalah itu baik mengenai matematika itu sendiri maupun masalah dalam ilmu lain, serta dituntut suatu disiplin ilmu yang sangat tinggi, sehingga apabila telah memahami konsep matematika secara mendasar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. (Hadi Muttaqin Hasyim, 2009)

5. HASIL BELAJAR

          Untuk mengetahui tercapainya tujuan pembelajaran, guru perlu mengadakan tes formatif setiap selesai menyajikan satu bahasan kepada siswa. Penilain ini mengetahui sejauh mana siswa telah menguasai materi pembelajaran yang dicapai. Suatu proses belaja mengajar tentang suatu bahan pengajaran dinyatakan berhasil apabila tujuan pemembelajarannya telah tercapai.

          Fungsi dari penilaian ini adalah untu memberikan unpan balik kepada guru dalam rangka memperbaiki proses belajar mengajar dan mengadakan program remedial bagi siswa yang belum berhasil. (Syaeful Bahri Djamarah, 1997:119)

          Alhamdulillah, semoga bermanfaat,,,

Untuk: Laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)  selanjutnya, silakan klik

Laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) 1

Laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) 2

Laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) 3

Laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) 4

Laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) 5

Laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) 6

About ifqo

Kepingin melawan arus, agar tidak tenggelam,,,

4 responses »

  1. […] Laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) 7 LD_AddCustomAttr("AdOpt", "1"); LD_AddCustomAttr("Origin", "other"); LD_AddCustomAttr("theme_bg", "7dbaea"); LD_AddCustomAttr("theme_border", "d8eaf9;"); LD_AddCustomAttr("theme_text", "111111"); LD_AddCustomAttr("theme_link", "3c96df"); LD_AddCustomAttr("theme_url", "3c96df"); LD_AddCustomAttr("LangId", "1"); LD_AddCustomAttr("Autotag", "technology"); LD_AddCustomAttr("Tag", "pendidikan"); LD_AddCustomAttr("Tag", "laporan-penelitian-tindakan-kelas-ptk"); LD_AddCustomAttr("Tag", "laporan-penelitian-tindakan-kelas-ptk-1"); LD_AddCustomAttr("Tag", "laporan-penelitian-tindakan-kelas-ptk-2"); LD_AddCustomAttr("Tag", "laporan-penelitian-tindakan-kelas-ptk-3"); LD_AddCustomAttr("Tag", "laporan-penelitian-tindakan-kelas-ptk-4"); LD_AddCustomAttr("Tag", "laporan-penelitian-tindakan-kelas-ptk-5"); LD_AddCustomAttr("Tag", "laporan-penelitian-tindakan-kelas-ptk-6"); LD_AddCustomAttr("Tag", "laporan-penelitian-tindakan-kelas-ptk-7"); LD_AddCustomAttr("Tag", "laporan-penelitian-tindakan-kelas-ptk-8"); LD_AddCustomAttr("Tag", "laporan-penelitian-tindakan-kelas-ptk-matematika-sd"); LD_AddSlot("wpcom_below_post"); LD_GetBids(); Bagikan ke teman:FacebookTwitterEmailPrintStumbleUponRedditLinkedInDiggLike this:LikeBe the first to like this post. […]

  2. […] Laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) 7 […]

  3. […] Laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) 7 […]

  4. […] Laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) 7 […]

Tinggalkan Komentar/Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s